Monday, January 2, 2017

Gara-gara Pemerintah Kurang Tanggap, Warga Lakukan Fogging Sendiri untuk Cegah DBD


Demi mencegah merebaknya wabah DBD, warga Dusun Pencil memutuskan menggandeng sebuah parpol untuk melakukan Fogging. Ini setelah dinas terkait dari Pemkab Wonogiri dipandang tidak segera tanggap dengan kekhawatiran warga.



Kepulan asap tebal berbaur dengan raungan suara mesin fogging memecah
ketenangan warga Dusun Pencil, Desa Wuryorejo, Kecamatan/Kabupaten
Wonogiri. Bau khas obat pembasmi nyamuk pun langsung merebak bersama hembusan angin yang menerbangkan asap ke seantero sudut desa.

Tak ayal, para wargapun segera berhamburan keluar untuk melihat apa
yang terjadi. Sementara beberapa warga yang lain tampak sibuk membuka
pintu rumah masing-masing, berharap agar asap pembasmi nyamuk itu bisa
masuk ke dalam rumah mereka.

Ya, setelah lebih dari 3 tahun tidak pernah dilakukan fogging (pengasapan), untuk pertama kalinya kegiatan fogging dilakukan di
dusun ini. Karena itulah warga sangat antusias menyambut kedatangan
para petugas yang langsung masuk ke rumah-rumah warga, untuk
menyemprotkan obat pembasmi nyamuk.

Tren meningkatnya kasus demam berdarah dengue (DBD) yang terjadi di
masyarakat, memang sempat membuat warga Wonogiri khawatir, termasuk warga di Dusun Pencil. Apalagi beberapa waktu lalu sempat dilaporkan
ada warga yang meninggal karena wabah ini. Dan beberapa hari terakhir,
tercatat ada 5 warga yang menderita DBD.

Karena itulah, warga sangat berharap agar pemerintah bisa tanggap
terhadap masalah ini. Tentunya dalam bentuk upaya pemberantasan nyamuk, di wilayah yang berdekatan dengan kawasan Waduk Gajah Mungkur ini.

Namun sayangnya harapan itu hanya tinggal harapan. Sebab pihak
pemerintah sepertinya tidak terlalu tanggap dengan kondisi yang ada.
Sehingga sampai sekitar 3 tahun belum pernah sekalipun diagendakan
untuk melakukan fogging. Dan akhirnya atas inisiatif warga sendiri,
kegiatan fogging akhirnya dilakukan di dusun ini.

“Sejak saya menjabat sebagai ketua RW sekitar 3 tahun lalu, belum
pernah sekalipun dilakukan fogging. Karena itulah, ada warga yang
mengusulkan untuk meminta bantuan pada tim rescue dari Partai Perindo
untuk dilakukan fogging. Hal ini kami pandang sangat penting karena
jangan sampai kasus DBD semakin merebak, dan menimbulkan korban jiwa,” jelas Bambang, Ketua RW X, Dusun Pencil yang tampak sibuk mendampingi petugas fogging.

Angka kasus DBD di wilayah Wonogiri memang terbilang cukup tinggi.
Pada akhir September 2016 kemarin tercatat ada sekitar 675 kasus yang
tercatat di data RSUD dr Soediran Mangun Suroso Wonogiri. Dan bukan
tidak mungkin seiring kondisi cuaca yang masih serba tidak menentu
ini, angka itu juga akan semakin meningkat.

“Ini bagian dari program social kami, sehingga saat ada laporan
terkait hal ini (tidak adanya program fogging) kami langsung merespon.
Tujuannya tentu sebagai bagian dari pencegahan kondisi yang lebih
parah,” tambah Paryoko Hari Susilo, Ketua DPD Partai perindo Wonogiri.

No comments:

Post a Comment